Mengelola Stres di Masa Karantina
Di masa pandemi SARS-CoV-2, manusia bisa rentan banget sama yang namanya stres. Karena ada beberapa tantangan atau cobaan hidup yang seakan-akan datengnya tuh barengan gitu, bahkan berasa rame-rame, dikeroyok, kayak mau tawuran aja. Gimana engga, hal yang paling terasa adalah ekonomi. Pribadi, maupun negara. Kebutuhan pokok setiap manusia, keluarga. Belum lagi, hal-hal yang berkaitan dengan alat perang melwan Covid-19 ini. Salah duanya yang paling top of the top, masker dan hand sanitizer. Mungkin juga sabun cuci tangan dan cairan disinfektan. Di saat Oyu menulis ini, sudah mulai ada stok masker di minimarket itu-itu, karena orang-orang sudah berpindah ke masker kain, terlebih masyarakat sehat, bukan petugas medis.
Salah duanya yang menjadi bagian di masa pandemi ini adalah Work From Home atau Bekerja dari Rumah Bekerja, belajar, dan melakukan setiap aktivitas sehari-hari dari rumah. Iya sih, mudah bilangnya. Pada kenyataannya, praktiknya jelas tidak mudah. Terlebih bagi mereka-mereka yang pekerjaan atau aktivitasnya sangat tidak memungkinkan untuk bekerja dari rumah. Yah, pasti tau sendiri dong, siapa-siapa dan kerjaan apa. Tapi, di sini Oyu akan membahas tentang pengalaman dan apa yang Oyu rasain aja. Karena Oyu engga mau membicarakan yang notabenenya Oyu engga paham sama sekali. Oke ...
Sudah Oyu jelaskan di postingan sebelumnya, kalau Oyu termasuk salah dua pekerja yang diharuskan untuk bekerja dari rumah. Yah, rasa senang ada, karena Oyu bisa ikut meminimalisir penyebaran dari Covid-19 ini. Tapi, setelah sekian purnama, yakni satu bulan. Ternyata tidak mudah cuy untuk tetap bekerja dari rumah. Kenapa? Karena stres tetep datang dengan suasana dan caranya dia sendiri. Jadi, gini ...
Oyu melaksanakan prosedur kerjaan, hampir sama dengan saat-saat terdahulu sebelum datangnya Covid-19 ini. Bedanya ya cuma secara daring aja. Sisanya 90% tetep sama. Nah, yang namanya kerja tuh, kan, tiap hari ada aja dramanya ya?! Drama inilah, yang tiap hari dan makin hari numpuk jatohnya. Biasanya, ketika udah mulai suntuk, bad mood, dan butuh refresh, Oyu akan nonton, keliling mall atau Gramedia sendirian. Entah, itu pulang-pulang beli skincare satu, atau komik #DetektiveConan satu, atau cuma beli minum dan bayar parkir aja, itu udah jadi me time termewah ala Oyu. Nah, pas WFH gini, iya sih, Oyu bisa baca buku, nonton drama, nonton youtube, dan lain-lain. Tapi, rasanya tuh, tetep suntuk gitu. Enggak ada hal yang bener-bener bikin Oyu refresh dan cling!!! kayak sabun pencuci piring atau sulap orang hilang. Jadi, walaupun ada selingannya, tapi tetep ada stresnya enggak bisa ke refresh dan berasa segernya. Jatohnya, semangat dan inspirasi untuk mengeluarkan ide-ide juga terhambat.
Di sinilah, seperti pada judul Oyu bilang, harus bisa mengendalikan Stres. Gimana pun keadaannya, gimana pun hiburan dan caranya, kita harus tetep bisa mengendalikan stres dan meminimalisirnya supaya doi engga membludak dan berakibat fatal. Oyu juga belum tahu betul, cara-cara apa dan tips and trick yang bagaimana supaya bisa mengendalikan dan meminimalisir stres. Kalau Oyu sih, melakukan apa yang ingin dan bisa Oyu lakukan. Mau bagaimana lagi, karena semuanya terhalang oleh anjuran untuk #DiRumahAja ...
Mungkin kalian bisa mencari-cari artikel ataupun video-video, hobi atau pengalaman baru, supaya bisa mengendalikan, meminimalisir, dan mengesampingkan stres kalian. Baik dengan cara kalian atau dengan saran-saran yang ada, atau dikombinasikan, it's up to you ....
Sekian dulu, semoga pandemi Sars-CoV-2 ini segera dimenangkan oleh manusia dan kita semua, manusia di bumi ini bisa kembali ke aktivitas kita masing-masing, termasuk bersosialisasi dan menikmati alam bebas. Bye ....