MY HAPPY LIFE LIST BEFORE 40s
Ada orang yang klaim dirinya adalah seorang pemimpi. Di sisi lain, jauh di sana ada seseorang yang menjelaskan bahwa dirinya bukanlah seorang pemimpi, selalu berusaha realistis saja, katanya. Lalu, aku mencoba memahami diriku sendiri dan ternyata aku adalah seorang pemimpi dalam beberapa waktu yang ku miliki.
Kata orang, jika kau memiliki mimpi, bermimpilah setinggi-tingginya. Dan jika kau benar-benar memiliki mimpi, maka berusahalah sejak dini. Mendengar kata-kata itu, kala ku menginjak usia dewasa, aku memutuskan memulai langkah untuk mewujudkan mimpiku.
Bidang dalam mimpiku hanya berkutat pada pendidikan dan wirausaha. Selain itu, aku juga memiliki mimpi untuk selalu bisa berbagi dengan sesama yang membutuhkan. Konsep berbagi inilah yang ingin aku terapkan dalam mimpiku itu. Baiklah, ku mulai mimpi pertamaku, aku ingin menjadi wirausahawan.
Wirausahawan atau Entrepreneur adalah bidang dimana kamu bisa menciptakan lingkaran sosial dan bermanfaat bagi target kelak. Sebelum usia tuaku, aku ingin sekali memiliki usaha dimana nantinya aku bisa menyisihkan sedikit dari rezekiku untuk mereka yang membutuhkan. Dengan demikian, mereka yang membeli atau menggunaka produkku, akan mendapat kepuasan sekaligus kesempatan untuk berbagi. Impianku selanjutnya adalah menjadi pencipta, namun bukan profesor.
Pencipta di sini, aku artikan sebagai manusia yang mewujudkan ide yang bermanfaat. Sebagai alumni mahasiswa, aku merasa harus menciptakan dan mewujudkan ideku. Salah satunya adalah aku ingin mendirikan lembaga pendidikan. Entah itu swasta maupun formal. Latar belakangnya sederhana, aku, mungkin nanti bersama dengan teman-temanku, bisa memberikan ilmu yang kami punya kepada adik-adik kami, sebagai sesama generasi penerus bangsa ini, Indonesia.
Kalau diperbolehkan, aku juga ingin sekali membayar hutangku. Hutang? Kenapa membahas tentang hutang? Iya, aku ingin sekali membayar hutangku pada negaraku. Hutang pada negara atas semua nikmat dan keberagamannya. Untuk itu, aku ingin menjadi relawan di wilayah-wilayah Indonesia, bertemu dengan adik-adik atau masyarakat di luar sana. Berbagi ilmu, cerita, dan hal apapun yang bisa menjadi kisah dan kenangan inspiratif bahwa hidup itu untuk belajar dan berbagi. Karena aku yakin, selain sesuatu yang telah kita berikan, pendidikan juga bisa menjadi investasi terbaik dalam hidupku.
Sesuai dengan apa yang telah aku ceritakan sebelumnya, bahwa aku ingin sekali berbisnis dan menjadi seorang relawan. Terbayang akan drama dalam bisnisku nanti, sepertinya aku memerlukan asuransi ke depan. Menurut yang aku baca, manfaat asuransi bisa membantu dan melindungi bisnis penggunanya. Wah, semakin bertambah keinginanku untuk menggunakan jasa asuransi.
Tidak hanya bisnisku saja, bahkan diriku sendiri sepertinya juga membutuhkan asuransi jiwa. Bagaimana tidak? Salah satu mimpiku adalah menjadi relawan di wilayah-wilayah Indonesia, bahkan bisa jauh di luar sana. Hal tak terduga selama saat kegiatan relawan berlangsung, tidak bisa aku perkirakan tentunya. Baiklah, aku semakin yakin untuk menggunakan asuransi ke depan.
Nah, untuk kamu yang juga ingin menggunakan jasa asuransi jiwa perihal apapun itu dalam hidupmu, kunjungi unit link ini bit.ly/InspirasiAsuransi dan kita sama-sama belajar untuk mengetahui asuransi apa dan yang bagaimana, yang sesuai dengan kebutuhan kita. Itu dia, impianku sebelum usia 40 tahun. Kalau impian kamu apa, Freunds?
#HappyLifeBefore40s #IChooseHappy