Work From Home
Work From Home atau bekerja dari rumah, kayaknya menjadi salah dua istilah yang sering dan familiar banget di tahun 2020. Terlebih di bulan-bulan Februari sampai saat ini, di saat Oyu lagi nulis blog episode kali ini.
Yah, salah satu dampak dari pandemi Sars-CoV-2 adalah manusia yang bekerja dan memungkinkan untuk bisa bekerja dari rumah, maka mereka akan mengubah rutinitas yang mengharuskan mereka tidak lagi melakukan perjalanan ke tempat kerja, tetapi melakukan semuanya dari rumah. Bekerja dari rumah, semua berjalan secara daring, mengandalkan jaringan internet masing-masing. Rutinitas yang dilakukan pun hampir sama dengan yang dilakukan di tempat kerja. Bedanya, kita bisa memakai pakaian seadanya, pakaian rumah, bahkan piyama. Tidak perlu harus rapi dan sewangi saat harus ke tempat kerja.
Eits, tapi engga juga sih. Kita juga harus tetep kelihatan bersih dan rapi, saat ada panggilan. Entah itu panggilan untuk meeting bersama, laporan harian, ataupun lainnya. Yah, walaupun hanya sebentar, tapi profesionalitas tetap harus dijaga. Terlihat cakep dan cantik di layar saat meeting, laporan, apapun itu. Kalaupun tidak ada pertemuan daring dan semua cukup dikerjakan secara luring, boleh boleh saja tidak berpakaian rapih dan bersih, tidak berpakaian sopan, memakai piyama, bahkan tidak mandi pun sepertinya boleh dan bisa. Yass.....
Oyu pun salah satu yang diharuskan bekerja dari rumah. Walaupun hanya mengandalkan jaringan provider ponsel pintar Oyu, tapi semua engga menghalangi ritual dan rutinitas yang harus Oyu lakukan, sesuai dan diusahakan seperti yang biasa dilakukan pada saat di tempat kerja. Semua diusahakan seperti biasanya, yang berbeda hanya berpindah dari luring, pertemuan secara langsung, sekarang harus daring, hanya melalui layar ponsel pintar ataupun laptop. Yah, walaupun salah satu kendala Oyu yang paling utama, terkadang adalah signal, yang tiba-tiba bisa hilang, datang dan pergi sesuka doi.
Kalau udah hilang dan datang sesuka doi gitu, mood Oyu kadang langsung berawan gelap. Oh, Man! please! Yah, mau gimana, bekerja dari rumah, terlebih yang membutuhkan pertemuan atau tatap muka seperti kerjaan Oyu, mengandalakan jaringan internet adalah fondasi yang utama. Kalau doi bisa stabil, it's amazing! tapi, kalau udah datang dan pergi, Sigh!!!! Oyu cuma bisa hela napas panjang dan gede. Pasrah, mencoba goyang-goyangin hengpong dengan harapan ada koneksi. Seperti yang biasa dilakukan manusia pada umumnya di kala signal hilang atau kurang ngebut. Padahal katanya juga engga ada efeknya, tapi, bagi Oyu dan beberapa orang, sepertinya itu bekerja. Haha...
Yah, selain jaringan internet. Semua berjalan cukup lancar dan seperti biasanya. Tidak ada kendala yang cukup mencolok lagi. Karena memang semua akan bergantung pada jaringan internet. dan bandwitch pun sepertinya akan memberikan alert-nya. Selain untuk kerjaan, jaringan internet juga diperlukan untuk mencari hiburan. Dan yang utama ya, berselancar di media sosial, yang walaupun kadang udah bosen banget, tapi tetep aja dilakuin. Hal lain yang dilakukan adalah menonton series di laman atau aplikasi penyedia tontonan bagi mereka yang menyukainya. Ada juga yang pergi bermain permainan daring. Yah, hiburan utama saat lockdown ataupun karantina pribadi gini emang berselancar di dunia maya. Terlebih di Indonesia sih. Gimana engga, lihat TV, acaranya tuh engga ada yang bagus. Berita ya, tentang Covid-19 tuh, kadang-kadang malah bikin stres. Kalau engga gitu, beritanya tuh, terpusat di situ-situ aja, engga menyeluruh. Kalau engga gitu, bahasan dari si beritan nih, engga padat dan berisi gitu. Terkesan di lebih-lebihkan. Apalagi yang bagian infotaimen. Duh, kelar...
Oyu, sendiri pun udah hampir putus asa sama tayangan TV di Indonesia. Engga ada yang bagus dan stabil, semuanya makin ke sini makin bikin muntah. Kalau engga film-film, udah, Oyu engga akan pantengin tuh TV. Oyu akan pindah ke Youtube. Ya, walaupun akan menghabiskan kuota pribadi, tapi, ya engga apalah. Demi kebutuhan konten yang bermanfaat. Daripada konten TV yang, ya gitu. Oyu udah hampir pengen mau jual tuh TV karena emang udah jarang banget ditontongin. Yah, semoga ke depan, KPI dan para penyedia konten di TV bener-bener sadar ya. Menghadirkan konten dan tontonan yang bener-bener bisa mendidik masyarakatnya.
Yah, begitulah kira-kira kisah Bekerja Dari Rumah versi Oyu. Kalau kalian yang sedang membaca blog ini, terus ada cerita yang sama, atau beda pun, boleh banget buat dibagi di kolom komentar. Nanti Oyu baca satu-satu. Terima kasih ...
