Dear 2020
Setelah melalui 2019 dengan segala ceritanya. Di awal tahun, Oyu yang masih terseok-seok karena masih harus menerima kenyataan kepergian Ayah Oyu dan berjuang untuk tetap hidup dan bernapas, mencari alasan untuk tetap bernapas. Oyu bisalah di bulan-bulan awal ini, walaupun kalau ada yang nyinggung masih auto mewek.
Di tengah bulan tahun 2019, Oyu mulai agak stabil. Oyu akan menangis ketika ingat dan rindu banget sama Ayah. Dan di akhir tahun, Oyu mulai seperti orang biasa. Bahkan, Oyu mulai personal traveling dengan teman Oyu. Tahun 2019, Oyu jalani seperti apa yang sudah tertulis di atas, tentunya tak lupa melakukan pekerjaan utama dan kewajiban menjadi manusia, selain sedikit frame atau part-part seperti cerita di atas.
Di penghujung tahun 2019, karena sebelumnya saat personal traveling dengan teman Oyu itu berhasil membuat kenangan dan kisah yang kocak dan berkesan. Alhasil, kita merencanakan agenda personal traveling selanjutnya di tahun 2020. Desember, akhir bulan setelah natal, kita suda memutuskan tempat yang akan dituju dan prosedurnya. Semua prosedur dan rencana dilakukan mulai Januari 2020. Dan tentunya, Oyu dan teman Oyu sangat berharap semua berjalan lancar seperti tahun 2019 yang bersahabat. Tanpa persiapan yang matang, semua terlaksana dengan mulus dan tanpa terkirakan.
Namun, di belahan bumi lain sedang terjadi sesuatu. Yah, di Wuhan, China, meletus kasus Covid-19. Novel Coronavirus menjadi kasus baru bagi manusia, khususnya di China. Waktu berjalan, si Covid-19 pun makin menyebar. Dan saat Oyu nulis ini, yakni 9 April 2020, Covid-19 sudah stay di Indonesia dengan jumlah kasus 2,7xx (updated tanggal 8 April 2020). Wow, this pandemi is real dude!
Yah, Januari 2020, Oyu dan teman Oyu, bahkan manusia di Indonesia ini, masih melakukan aktivitas seperti biasanya, seolah tidak terjadi apa-apa, termasuk juga Pemerintah. Sedangkan di luar sana, ada yang sudah berjuang dengan 2019-nCoV ini. Februari pun, Oyu masih melakukan kerja sampai di minggu awal bulan Maret. Walaupun di bulan Februari ini, sebenernya Indonesia sudah mendapat kasus Covid-19 yang pertama. Dan iya, reaksi warga tentulah sama dan menunggu kabar dari Pemerintah. Ketika Pemerintah santai, warganya pun lebih santai. (Kasus Pertama Covid-19 di Indonesia).
Waktu berjalan, dan kasus pun bertambah. Dari puluhan menjadi ratusan, dan kini sudah menjadi ribuan. Yah, walaupun Indonesia tidak melakukan lockdown, hanya PSBB, tapi Oyu sudah melakukan semi-lockdwon diri sendiri. Karena kebetulan kerja Oyu libur, otomatis dari minggu kedua bulan Maret, Oyu sudah tidak melakukan perjalanan ke tempat kerja. Dan sekarang, Oyu melakukan Work From Home. Semi-lockdown versi Oyu adalah meminimalisir untuk keluar rumah. Oyu, akan keluar rumah setelah daftar to do list atau barang-barang yang akan dibeli udah mulai banyak. Selain meminimalisir terpapar atau menyebarkan virus, Oyu juga dalam rangka menghemat masker dan hand sanitizer, Cuy. Sudah langka dan mahal kala itu. tapi, sekarang mulai ada beberapa alternatif, semoga lancar selalu usaha manusia di bumi ini untuk ngelawan si Corona ini.
Karantina gini, jadiin Oyu dan teman-teman hanya berkumpul dan bertemu sampai bulan Maret aja. Kebetulan pertemuan bulan Maret belum ada himbauan untuk #DiRumahAja jadi, Oyu dan teman-teman masih sempat berkumpul dan bertemu. Barulah, akhir bulan Maret, semua yang bisa di rumah, di rumah saja. Walaupun masih ada beberapa manusia, entah mereka itu memang tidak paham benar, atau benar-benar egois. Mereka masih saja keluar rumah dengan santainya, seolah benar-benar tidak terjadi apa-apa.
Oke, balik ke judul, Kepada 2020. Yah, rencana hanyalah rencana, Tuhan yang paling berkuasa untuk menentukan kisah, bahkan episode selanjutnya seperti apa dan bagaimana. Manusia, termasuk Oyu dan teman-teman, merencakan ini dan itu, namun Tuhan YME telah memerintahkan 2019-nCoV untuk menjadi tema di tahun 2020 ini. Tuhan benar-benar menentukan apa yang akan terjadi dan hari esok benar-benar misteri. Bahkan, untuk membayangkan esok Oyu mau ngapain aja, udah engga selera. Kecuali rencana WFH ya, itu tetep wajib direncakan, kalau engga nanti kena tegur.
Tahun 2020 menjadi tahun yang sangat kelam dan gelap bagi manusia juga bumi sendiri. Selain karena 2019-nCoV, ada berbagai kejadian lain yang membuatnya semakin kelam. Hey, 2020, Oyu tidak bisa lagi protes dan memarahimu. Oyu hanya akan berkata, semoga dengan segala kisah roller coaster-mu ini, kelak Kau akan memberikan episode-episode indah kembali. Kau memberikan warna-warni kembali, bukan abu-abu, bahkan hitam. Kepada 2020, terima kasih atas pelajaran yang Engkau berikan di awal-awal bulan ini, semoga bulan-bulan berikutnya Engkau memberikan manusia ini untuk menang, melawan segala apa yang harus dilawan dan diselesaikan. Semoga segala usaha manusia ini, menjadikanmu mengirimkan pesan ke Tuhan YME, bahwa manusia sudah sangat baik melakukan usaha yang semaksimal mungkin, manusia bekerja sama, dan melawan apa yang menjadikan manusia ingin suatu perubahan episode-episode di kehidupan mereka. Tahun 2020, semoga Engkau bersahabat dengan usaha manusia dan memberikan kejutan indah dan bahagia di bulan-bulan selanjutnya. Amin.
Entah, obrolan Oyu terlalu panjang, kemana-mana tak tertuju. Tapi, ya itulah isi otak Oyu saat ini. Demikian dan terlalu ramai. Semoga 2020, dengan segala doa yang manusia panjatkan ke Tuhan YME, menjadikan doi indah dan bersahabat di bulan-bulan ke depan. Apapun itu, mari tetap melakukan yang terbaik. Bye bye ....